Piala PG/TK Al Husna

Piala ini diberikan kepada siswa siswi PG/TK Al Husna yang menjadi 9 Bintang Kecerdesan 2013.

Marchingband PG/TK Al Husna

Marchingband siswa siswi PG/TK Al Husna. Sangat terampil dan mempesona.

Pantomim

Pantomim ini dilakukan oleh siswa siswi PG/TK Al Husna. Begitu lucunya mereka.

Tari Merak PG/TK Al Husna

Sangat cantik dan menarik.

Ibu Kepala Sekolah bersama seluruh Guru dan Karyawan PG/TK Al Husna

Foto bareng ini dalam acara pelepasan siswa siswi PG/TK Al Husna 2013.

Senin, 14 Desember 2015

Informasi Maulid Nabi - Kreasi di hari Maulid Nabi

Panggung kreasi di hari maulid nabi akan diadakan pada tanggal 19 Desember 2015 di Aula Adjusta ,Singosari. Acara ini akan diikuti oleh siswa PG, TK, dan TPA. Mereka akan menunjukkan kebolehannya dihadapan orang tua . Hal ini dilakukan  untuk melatih keberanian tampil dimuka umum. Atraksi-atraksi yang akan ditampilkan telah dipersiapkan oleh masing-masing kelas dan berlatih sebelum naik ke panggung. Alhamdulillah latihan berjalan lancar.

Jumat, 11 Desember 2015

PENDAFTARAN BARU PAUD ISLAM AL-HUSNA TP. 2016/2017

Pendaftaran PAUD Islam Al-Husna, akan dibuka tanggal 1 Pebruari 2016. Walaupun demikian sebagian masyarakat sudah mulai menginden sejak bulan Desember 2015. Untuk unit Taman Penitipan Anak (TPA) diperkirakan akan menerima sekitar 50 siswa baru mulai umur 0 s.d 4 tahun. Unit Play Group akan menerima siswa sekitar 100 siswa, sedangkan unit Taman Kanak-kanak akan menerima sekitar 160 siswa, sehingga siswa yang diperkirakan dapat diterima pada tahun ajaran ini sebanyak 310 siswa.
Bagi calon wali murid yang menginden tetap diwajibkan mendaftar kembali pada saat pendaftaran dibuka, yaitu bulan Pebruari 2016. Pendaftaran siswa baru akan ditutup sewaktu-waktu jika kapasitas telah terpenuhi, demikian sekilas info.

Rabu, 14 Mei 2014

PERSIAPAN LOMBA KE PROVINSI


PAUD ISLAM AL-HUSNA MEMPERSIAPKAN DIRI MENUJU LOMBA GUGUS PAUD 2014

Pada tahun ini 2014, PAUD AL-HUSNA sebagai koordinator GUGUS PAUD I Kec. Lawang, akan melaju menuju Provinsi dalam ajang lomba gugus paud 2014. PAUD AL-HUSNA Lawang selain sebagai koordinator gugus paud, Paud Al- Husna dipercaya juga sebagai Pusat Kegiatan Gugus Paud Kec. Lawang Kabupaten Malang.
Oleh karena itu Paud Al- Husna semakin padat kegiatannya dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan Motto dari Kepala Paud Al- Husna, Ibu Fauziah Hermawati, S.Pd beliau mengatakan: " Sebaik- baik Lembaga adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya".
Dengan motto itulah Paud Al-Husna yang usianya telah mencapai 13 tahun, semakin berkembang dan berprestasi.

Senin, 18 November 2013

BAKTI SOSIAL PAUD TERPADU AL-HUSNA 2013

Siswa- siswi PTA ( Paud Terpadu Al-Husna ) yang terdiri dari siswa- siswi Play Group, TK dan TPA ( Taman Penitipan Anak ) Al-Husna  mengadakan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Diponegoro. Mereka ingin berbagi dengan saudara- saudaranya yang ada di Panti asuhan Diponegoro. Hal ini dilakukan untuk memupuk keperdulian anak-anak.

Minggu, 17 November 2013

PROFIL KEPALA PAUD TERPADU AL-HUSNA LAWANG

Fauziah Hermawati,S.Pd, adalah anak kedua dari pasangan Bapak Haji Soepra'i Ahmad Rifa'i dan Hj.Mutmainnah. Lahir di Lawang Kab. Malang pada tanggal 25 Maret 1971 dengan selamat.Setelah tamat dari TK Aisyah I Lawang melanjutkan ke SDN I Ketindan, pada saat mengenyam bangku Sekolah Dasar sudah mulai mengajar membaca Al- Qur'an di rumahnya sendiri sampai duduk dibangku SMP. 
Setelah tamat dari SMP, beliau melanjutkan ke SMAN 1 Lawang. Pada saat di SMA-pun tetap mengajar membaca Al- Qur'an dirumahnya. Santrinya mencapai 60 orang ( usia SD dan SMP ) lebih sehingga harus ada sip 1,2 dan 3. Setelah tamat dari SMAN 1 Lawang melanjutkan studi ke IKIP Negeri Surabaya. Di IKIP Negeri Surabaya juga banyak menangani anak- anak. Lulus dari IKIP Negeri Surabaya melanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Lughoh Wad- Da'wah Raci Bangil. Disana beliau memperdalam bahasa Arab. Tahun 1995 beliau menikah dengan seorang pria tampan dari pulau garam yaitu Drs. Mohamad Mahfud. Walaupun telah menikah beliau tetap melanjutkan studi memperdalam Bahasa Arab di LPBA Sunan Ampel karena kecintaannya pada Ilmu. Akhirnya pada tanggal 17 September 1996 beliau dikaruniai putra yang pertama yang bernama Wafiq Umar Al- Farouq. Bertolak dari putra yang pertama inilah beliau mulai melakukan banyak observasi, penelitian tentang anak berkebutuhan khusus ( ABK ). 
Penanganan terhadap ABK semakin menunjukkan kepiawaian beliau mengatasi berbagai problem anak ABK setelah beliau menformulasi hasil penelitiannya dengan konsep " penyelesaian tugas perkembangan anak". Untuk mendukung konsepnya itu beliau mendirikan Play Group dan TK Islam Al- Husna pada tahun 2001, sebagai Laboratorium penerapan konsepnya. Sampai- sampai ada rumor di masyarakat yang mengatakan bahwa : " jika anak yang bermasalah saja bisa diatasi, apalagi yang normal ". Sejak saat itulah Play Group dan TK Islam Al- Husna Lawang tidak dapat menampung pendaftar.Tahun 2007 gedung Play Group yang dulunya berdomisili di Jl. Mayor Abdullah 250 Lawang dipindahkan ke Perum Lawang dengan cara mengontrak, agar kelas Play Group dapat dipakai untuk TK. Tahun 2008 Play Group memiliki gedung sendiri di Jl. Lawang View Tama I No. 9 Lawang. Jumlah siswa TK semakin bertambah dan masyarakat minta agar kelasnya ditambah. Delapan kelas yang ada di Jl. Mayor Abdullah 250 Lawang, telah tidak dapat menampung lagi, akhirnya di bukalah kelas baru di Jl. Lawang View Tama I No. 2a Lawang. Dengan demikian kelas TK sebanyak 16 kelas sedangkan Play Group sebanyak 10 kelas.
Berdasarkan penelitian dan kecintaannya kepada anak- anak, beliau berhasil dinobatkan sebagai guru Teladan Tingkat Kabupaten peringkat I dan Propinsi Jatim peringkat III, selamat untuk beliau.........

Sabtu, 16 November 2013

MENGELOLA EMOSI ANAK & ORANG TUA (KEDUA)


Karakteristik anak-anak adalah berorientasi ada kebutuhannya, sehingga aktifitas yang dilakukan tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhannya.Oleh karena itu kita harus memahami aneka kebutuhan anak seperti makan, minum, istirahat, kasih sayang, dihargai, diakui dan kesempatan eksplorasi / bermain. Pemenuhan kebutuhan yang kurang maksimal biasanya menyulut emosi anak, contohnya: anak lapar atau haus,tidak bisa menahan diri dan diajak kegiatan lain, ia akan menangis bahkan meronta-ronta. Anak yang merasa kurang disayang pun akan mudah emosi, bahkan bertabiat melepaskan emosi pada teman berupa pukulan, gigitan karena tidak bisa membalas rasa sakit hati pada orang tua.Seringkali kita sempurna dalam pemenuhan makan, minum dan istirahat anak, namun kurang istiqomah dalam pemenuhan kasih sayang, menghargai anak, pengakuan eksistensi diri anak dan kesempatan eksplorasi. Akibatnya anak mengeluarkan bentuk emosi berupa merengek-rewel, menangis lama, memukul diri sendiri, teriak-teriak, berkata kotor, berguling-guling di lantai, lompat-lompat, membentuskan kepala, membuat badan kaku,  bahkan kejang. Emosi seperti inilah yang disebut temper tantrum. 







MENGELOLA EMOSI ANAK & ORANG TUA (PERTAMA)

Kondisi anak pada umumnya bagai kertas putih ketika dilahirkan, maka orang tua, keluarga besar, guru dan lingkungan yang membentuk prilaku dan kejiwaannya, seperti hadist Nabi Muhammad : kullu mauludin yuladu 'alal fithroh ilaa akhirihi. Sehingga tidak ada anak pemalas, pemarah, nakal, jorok dan lain-lain secara keturunan. Prilaku yang menyimpang terjadi akibat proses meniru, terutama meniru pada periode emas (golden age) di usia 0-6 tahun, dimana perkembangan otak bisa mencapai 90 %.
Seringkali kita kurang menyadari hal ini, lalu panik melihat perkembangan anak yang kurang baik. Dari program konseling yang dilakukan di Al-Husna terkuak adannya pola asuh anak di rumah yang kurang tepat, perlu perbaikan, contohnya : berdalih sayang anak orang tua gemar menggendong, menyuapi, memakaikan sepatu dll. Si anak merasa nyaman dilayani, kurang terlatih menggerakkan badan dan jari-jemari untuk bantu diri. Ketika anak mulai bermain dan belajar di Play Group/TK, mulailah terasa beban orang tua semakin banyak, pekerjaan tambah banyak saat pagi hari, kerewelan memicu emosi orang tua dan semakin parah-tinggi emosi bila melihat anak lain yang mau mandiri. Ujung-ujungnya memarahi dan membandingkan anak agar mau mandiri.
Sebenarnya di usia 3 tahun anak sudah bisa makan sendiri, bila dibiasakan belajar makan sendiri di usia 1 tahun. Jalan bahkan lari sangat mudah untuk mereka.Menggendong boleh dilakukan ketika sakit, atau menenangkan emosi. Berkaitan dengan memakai sepatu pun anak-anak mampu, bila sepatunya sederhana tak bertali dan sering dilatih serta dibiasakan pakai sendiri. Kurang tepat memarahi anak apalagi membanding-bandingkan dengan anak lain. Anak-anak bisa terluka hatinya, dan mungkin bertanya mengapa setelah sekolah sering dimarahi ? Anak yang cerdas memilih tak sekolah, lebih enak di rumah tidak ada kegiatan terburu-buru dan bebas kekerasan fisik maupun verbal.
Pembaca yang dimuliakan Alloh, kejadian di atas tidak akan terjadi, andaikata kita telah menyimak petuah Sayyidina Ali R.A sebagai berikut: Ketika anak kita berusia 0-6 tahun dia bagai raja, maka layanilah mereka.Ketika berusia lebih dari 6 tahun-12 Tahun, dia bisa sebagai pelayan, maka suruhlah. Dan ketika ia lebih dari usia 12 tahun, berperanlah sebagai teman. Makna yang dikandung bahwa ketika anak kita berusia 0-6 tahun mereka seolah raja yang berhak memilih, mengatur dan memimpin (egosentris). Raja tersebut punya kebebasan. Raja tidak hidup sendirian, ada rakyat, perangkat dan pelayan kerajaan yang setia, menyayangi, rela taat dan berkorban. Sang raja tidak boleh dicela, dimarahi, diintimidasi apalagi dipukuli. Namun perlu juga diperhatikan bahwa raja tidak selalu butuh dilayani, hanya raja lemah dan sakit yang butuh digendong, dituntun dan disuapi. Dari uraian diatas patut kita terapkan pola asuh yang memberi kesempatan eksplorasi yang luas pada anak agar muncul kemampua memilih,melakukan sendiri, mengatur dan memimpin. Orang tua hendaknya bersabar, menyayangi, menghormati, dan tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal pada anak. Adapun untuk usia di atas 6 tahun hingga 12 tahun, maka orang tua memegang kendali. Di usia tamyiz ini anak mulai berkembang kemampuan berfikir, menerima aturan dan beban kerja secara bertahap, sehingga perlu dilatih, disuruh dan diarahkan menuju kemandirian. Untuk usia di atas 12 tahun hendaknya orang tua bersikap sebagai teman - sahabat yang memanusiakan manusia, mengingat anak sudah baligh atau berakal mampu berpikir seperti orang dewasa, saatnya anak dilibatkan dalam mengambil keputusan keluarga, menyelesaikan persoalan dan boleh dijadikan imam.
Demikian edisi mengelola emosi anak dan orang tua tahap satu, semoga kita dapat merenungkan hadis Nabi Muhammad SAW dan petuah Sayyidina Ali RA, mampu menerapkan serta bisa menjadi orang tua yang arif bijaksana. aamiiiin (Fauziah Hermawati, S.Pd)


Kamis, 14 November 2013

PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

 Hasil penelitihan DR.Hugh Taylor dari Yale School of Medicine menunjukkan bahwa ponsel sangat berdampak pada bayi berupa gerak  hiperaktif dan kemampuan otak menjadi rendah memori. Uji coba  yang dilakukan pada tikus tanpa dekat ponsel dan sebagian didekatkan ponsel hidup setengah hari, menunjukkan hasil tanpa dekat ponsel mereka tenang dan bermemori baik, sedangkan yang hidup di dekatkan ponsel sebaliknya.
Hasil penelitihan American Academy of Pediatrics menunjukkan gelombang elektromagnetik, radiasi cahaya dan suara dari Televisi , Lap Top, dan lain-lain yang sejenis berpotensi merusak syaraf di otak bayi dan anak-anak, sehingga melarang bayi di bawah usia 2 tahun melihatnya, dan mengijinkan maksimal menonton selama 2 jam untuk usia 2 tahun ke atas.
Selain itu menurut beberapa penelitihan menunjukkan pengaruh tehnologi terhadap anak adalah memicu ADHD, gangguan Psikosomatis, gangguan stabilitas emosi, gangguan tidur malam-gelisah,kesulitan bergaul, kesulitan konsentrasi, obesitas pada anak serta gangguan prilaku.
Oleh karena itu sebaiknya orang tua mengatur pemakaian tehnologi di rumah. Saran kami untuk tidak meletakkan TV di dalam kamar / menidurkan anak dekat TV, HP, Komputer dll. Lalu batasi penggunaan sampai 2 jam untuk anak-anak. Awasi dan batasi program yang boleh ditonton. Gantilah kebiasaan menonton TV dan bermain komputer dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna seperti: lompat tali, dakon,halma, ular tangga, menyanyi bersama, mewarnai, menggambar, lempar tangkap bola, sepak bola, bersepeda 3 roda, jalan-jalan, berkebun, bermain origami, plastisin, lego, menara gelang, bongkar-pasang dll

RISALAH JUM'AH MIN AL-HUSNA

Lawang, 15 Nopember 2013 : 11 Muharram 1435 H

Anak merupakan asset dunia akhirat. Oleh karena itu mendidik anak menuju keridhoannya menjadi amanah yang berat bagi kedua orang tuanya.

SERBA SERBI

Jumlah siswa PAUD Al-Husna sebanyak 400 siswa, wOW

Kamis, 24 Oktober 2013

ASAH-ASIH-ASUH ANAK DENGAN HATI DAN ILMU


Anak adalah mahluk Alloh yang diamanahkan kepada orang tua untuk dirawat dan dididik agar tumbuh sekaligus berkembang menjadi manusia besar yang bermanfaat bagi kehidupan. Keimanan kepada Sang Pencipta menuntun kita untuk mencintai semua ciptaanNya, termasuk mencintai anak-anak. Cinta yang dibutuhkan anak adalah cinta sepenuh hati,bukan setengah hati, seperempat atau lebih kecil dari itu. Mencintai anak bermakna menerima anak apa adanya, bersedia merawat, mau bermain dengannya, semangat mendidiknya, sabar mendengar ceritanya, berbesar hati dengan prilakunya, bersedia memperbaikinya dan lain-lain. Besarnya cinta menentukan pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Apakah ia akan menjadi penyedap pandangan dan penyejukan hati di dunia dan akherat ?. Upaya yang benar dari kita sangat dibutuhkan.
            Namun ironisnya diantara kita acapkali benar-benar menghargai dan mencintai anak hanya ketika berprestasi . Ketika anak kita mendapat kejuaraan dalam lomba atau juara kelas, orang tua sangat bangga sampai tak jemu-jemu menceritakan pada semua orang yang dijumpai. Tapi ketika sang buah hati tidak mendapatkan bintang kejuaraan, orang tua emosional, tidak ada kebanggaan pada anaknya, hilang selera bercengkrama, pertanyaan menyudutkan dan membandingkan dengan anak lain dilontarkan berkali-kali : “ Mengapa begitu saja kamu tidak bisa ?”. “ Mengapa temanmu bisa, kamu tidak ?”. Tidak terbersit dalam diri orang tua untuk mengevaluasi diri dan anak, guna mencari asal ketidakberhasilan, atau membuka hati dan pemikiran bahwa anak-anak masih dalam tahap perkembangan yang membutuhkan berbagai pengetahuan, latihan dan waktu menuju kematangan. Hal lain yang perlu dipahami pula adalah  kemampuan dan kecepatan kerja orang tua  bisa jadi berbeda dengan anak. Di sisi yang lain, ada model orang tua yang acuh terhadap anak,  mereka larut dalam rutinitas kerja, anak dianggap beban, mendidik dengan tenaga sisa - ala kadarnya. Yang tak kalah runyam, apabila orang tua sadar mengasuh dan mendidik anaknya namun tanpa ilmu yang memadai, berakibat terjerumus merawat over protektif dan mendidik anak di luar batas kemampuan anak. Hal ini  berakibat pada hilangnya kebebasan eksploratif yang merupakan dasar kreatifitas. Tekanan emosi yang dirasakan anak akibat over protektif orang tua memangkas kebahagiaan anak yang mendasari kesehatan jiwa. Dampaknya kita jumpai anak yang mudah emosional, putus asa, pobia, takut resiko tugas, bahkan bunuh diri dan lain-lain.
            Kondisi di atas harus segera diatasi agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang optimal. Kesadaran merawat dan mendidik anak yang benar harus ditumbuhkan pada diri orang tua, bahkan  pada pasangan yang hendak membentuk rumah tangga. Pendidikan untuk menjadi orang tua harus diselenggarakan secara intensif. Idealnya kesadaran, kemampuan merawat dan mendidik anak dimiliki orang tua sebelum mereka membentuk rumah tangga, tepatnya adanya sekolah orang tua untuk pasangan muda tersebut, agar mereka kelak siap, tahu dan bisa melaksanakan kewajiban terhadap anak dengan baik. Namun  kebanyakan kita belajar mendidik anak setelah mereka lahir, bahkan ketika anak kita bermasalah baru sibuk mencari tenaga ahli untuk menyelesaikan problema.
            Pemerintah menaruh perhatian pada masalah ini dengan mendorong orang tua untuk mengikuti program Posyandu dan Pos Paud melalui Dinas Kesehatan yang akan menuntun orang tua memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Di lain pihak pemerintah juga menurunkan program Parenting di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui Dinas Pendidikan guna mendidik orang tua agar mampu mendidik anaknya di rumah dengan benar. Materi Parenting dan Standar Pendidikan Anak Usia Dini dapat diunduh khalayak luas pada situs DIRJEN PAUDNI KEMENDIKNAS.
            Pihak swasta juga tidak kalah besar perannya dalam mengambil bagian program pendidikan orang tua berupa penyelenggaraan seminar,sarasehan, talkshow, workshop, siaran edukatif, penerbitan buku, sharing dunia maya dan lain-lain yang membangkitkan kesadaran mendidik anak yang benar. Salah satu contoh adalah Buku Ajarkan Aku Cinta yang ditulis oleh Abyz Wigati tahun 2012 yang diterbitkan Langit Kresna Hariadi Production. Buku Ajarkan Aku Cinta berisi pengalaman pengasuhan anak yang menggetarkan hati, inspiratif dan implementatif dari pihak pengarang dalam membesarkan tiga anak buah hatinya.
            Pada lembaga  PG-TK –TPA Islam Al-Husna Lawang juga menyelenggarakan Program Parenting, bahkan sudah dilaksanakan mulai tahun 2001 yaitu tahun awal berdirinya lembaga. Program Parenting ini kami gelar tujuh kali setahun pada tahun ajaran 2013/2014,  berupa tiga kali Sharing Pendidikan dan  empat  kali keterlibatan orang tua dalam program  pembelajaran     ( pada kegiatan Manasik Haji, Sayang Ibu,Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Pentas Seni Akhir Tahun). Untuk Sharing Pendidikan  kami namai Program Parents Club, dan materi yang kami angkat adalah :
-          Jurus Jitu Mendidik Anak
-          Tuntas Tugas Perkembangan Anak
-          Menyelesaikan Problematika Anak Usia Dini.
Pada materi Jurus Jitu Mendidik Anak kita akan menyimak tentang sikap dan mental yang tepat pada orang tua ketika merawat dan mendidik anak. Di dalamnya juga mengajak orang tua untuk mempelajari dunia anak, tugas perkembangan, teori otak anak, golden age, kecerdasan majemuk, teori pendidikan, hadist-hadist tentang mendidik anak dan lain-lain.
Materi kedua mengupas tentang Tugas Perkembangan. Tugas Perkembangan Anak haruslah tuntas pada usia enam tahun pertama, hal ini disebabkan pada fase itu merupakan tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat bagi seorang anak. Orang tua dan pengasuh harus memantau intensif agar tumbuh kembangnya tidak terlambat. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan dalam ukuran tubuh dan merupakan suatu yang dapat diukur seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala yang dapat dibaca pada pertumbuhan. Sedangkan perkembangan lebih ditujukan pada kematangan fungsi alat-alat tubuh. Seperti kaki untuk melompat  (gerakan kasar),  jari-jari  tangan  untuk menulis,  mengancingkan baju (gerakan halus), pemahaman (bagaimana anak belajar dari lingkungannya untuk mengerti anggota tubuh, warna), bicara (anak mampu mengungkapkan sesuatu yang dimaksud) dan solialisasi.  Proses pertumbuhan anak selalu dihubungkan dengan perkembangan. Dan gagalnya proses tumbuh kembang anak di usia dini akan berakibat pada rendahnya kemampuan pada jenjang berikutnya. Oleh karena itu  kita sebagai orang tua sekaligus pendidik hendaknya memperhatikan masalah ini, serta berupaya optimal pada tuntasnya tumbuh kembang anak dengan diawali memahami materi tumbuh kembang anak usia dini melalui program Parents Club II di TK Islam Al-Husna Lawang.
Materi ke-tiga di Parents Club adalah menyelesaikan problematika anak usia dini. Problem kesulitan wicara, konsentrasi, memegang pensil, mengingat / menghafal lagu dan do’a, mengendalikan diri, berbagi dengan sesama dan lain-lain akan dikupas tuntas dari mengenal berbagai kesulitan hingga tatacara terapi perbaikan,  sehingga pihak orang tua punya gambaran cara membantu mengatasi masalah anaknya. Harapannya orang tua bisa bersama sekolah bekerjasama menyelesaikan problematika anak.
Berangkat dari kesadaran dan pemahaman ilmu merawat, mengasuh dan mendidik anak yang benar yang dimiliki orang tua setelah mengikuti program Parenting, mudah-mudahan tidak kita jumpai lagi anak-anak yang terabaikan, teraniaya, tereksploitasi, gizi buruk, penyakitan, tak terdidik dan lain-lain yang menyedihkan. Beralih kita jumpai anak-anak yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, percaya diri, suka menolong sesama, berbakti pada orang tua, gemar beribadah, berani dan bisa berkompetisi dan sangat bahagia di masa kanak-kanaknya. Kondisi yang baik ini adalah modal tumbuhnya generasi muda yang tangguh yang siap meneruskan estafet perjuangan bangsa. Orang tua tentunya akan bahagia melihat anaknya sangat bakti kepadanya dengan doa yang selalu dipanjatkan, kepatuhan dalam perintah, mau membantu pekerjaan, rajin beribadah, gemar belajar, bersikap sopan, suka membatu sesama, peduli lingkungan dan sikap lainnya yang positif.
Menuju pada keberhasilan program pendidikan anak sebagaimana yang dituturkan di atas, mari membuka hati dan doa  untuk anak-anak, karena mereka hadir dari Alloh untuk kita-memuliakan kita dunia-akherat. Marilah kita mengasah rasa cinta pada anak, karena dengan cinta yang tulus kita akan sanggup  menerima beratnya amanah dan kuat menahan lelah sekaligus sulitnya membesarkan dan  mendidik anak. Dan jangan lupa pula marilah kita selalu tanpa ragu-ragu merawat, mengasuh dan mendidik dengan ilmu, karena ilmu akan menuntun kita pada kebenaran dan kesuksesan. Dengan demikian menjadi orang tua harus bersungguh-sungguh, tidak asal-asalan.melainkan selalu berupaya asah-asih-asuh dengan hati dan ilmu. Semoga Alloh SWT selalu memberi kita kekuatan untuk mengabdi, memberi petunjuk untuk berbakti, memberi kehalusan hati untuk mencintai anak-anak, dan memberi kemudahan untuk menghantarkan kesuksesan anak-anak tercinta menjadi manusia seutuhnya yang bermanfaat besar dan bahagia di dunia dan akherat.Aamiin.

Rabu, 19 Juni 2013

PERTEMUAN WALI MURID BARU

Diberitahukan kepada seluruh wali murid agar mengikuti pertemuan wali murid pada tanggal 2 atau 3 Juli 2013. Info lebih lanjut dapat menghubungi sekolah.

MEMBUKA PENDAFTARAN BARU PAUD TERPADU AL-HUSNA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PAUD TERPADU AL-HUSNA yang terdiri : Unit Play Group Islam Al-Husna akan menerima siswa-siswi baru sebanyak 90 siswa-siswi, Unit Taman Kanak-kanak Islam Al-Husna sebanyak 148 siswa/ siswi dan Unit Taman Penitipan Anak Islam Al-Husna sebanyak 60 siswa/siswi.
Pendaftaran siswa-siswi baru ini telah dimulai sejak bulan Pebruari 2013 dan sewaktu-waktuakan ditutup jika telah terpenuhi.

PENDAFTARAN SISWA BARU 2013-2014

Pendaftaran siswa baru PG/TK Islam Al- Husna Lawang telah dimulai sejak tanggal 1 Pebruari 2013. Saat ini siswa Play group yang telah terdaftar sebanyak 90 anak, dan akan ditutup jika sudah mencapai 100 anak. Sedangkan siswa TK yang telah terdaftar sebanyak 121, dan akan ditutup ditutup jika sudah mencapai 160 siswa, demikian sekilas info.

Minggu, 18 Maret 2012

PENDAFTARAN MURID BARU PAUD TERPADU AL- HUSNA ( PG- TK- TPA ) LAWANG- MALANG

Pendaftaran murid baru di PAUD TERPADU AL- HUSNA TP. 2013/ 2014 telah dibuka sejak tanggal 1 Pebruari s/d 1 Juli 2013. Pada pendaftaran kali ini PAUD TERPADU AL_ HUSNA LAWANG akan menerima siswa Play Group sebanyak 10 kelas/ sentra. Setiap kelas/ sentra terdiri dari 8-10 siswa dengan 1 orang guru pamong dengan sistem BCCT, sehingga setiap siswa akan mengenal 10 orang guru pamong secara bergantian. Dengan demikian siswa play group yang diterima sebanyak 100 siswa, sampai saat ini telah terdaftar sebanyak 90 siswa. Secara minimal sudah terpenuhi, jika diambil maksimal kurang 10 siswa/ siswi.
Untuk unit TK akan menerima siswa sebanyak 8 kelas/ sentra juga. Setiap sentra/ kelas terdiri dari 16-20 siswa dengan 1 orang guru. Dengan model BCCT dan siklus siswa akan diajak bermain dan belajar oleh 8- 16 orang guru. Oleh karenanya siswa TK yang akan diterima sebanyak 160 siswa. Saat ini telah terdaftar sebanyak 150 siswa. Secara minimal telah terpenuhi, sedangkan secara maksimal kurang 10 siswa/ siswi.
Akhirnya unit TPA juga akan menerima 16 kelas/ sentra. Jumlah siswa setiap sentra di TPA akan disesuaikan dengan umur pada setiap siswa. Demikian sekilas info.....
Bagi Bapak/ Ibu calon wali murid yang berminat dapat mendaftarkan putra- putrinya di PAUD TERPADU AL_ HUSNA ( PG-TK-TPA ) di :
Sekretariat Pusat   : Jl. Lawang View Tama I/ 9 Telp. 0341- 422850 Lawang - Malang
Sekretariat Unit I   : Jl. Mayor Abdullah 250 Telp. 0341- 423268 Lawang- Malang
Sekretariat Unit II  : Jl. Lawang View Tama I/ 2A Telp. 0341-422835 Lawang-Malang

Minggu, 25 Juli 2010

PENGUMUMAN

Bagi wali murid yang mau konsultasi dapat melalui email pgtk.islam.alhusna@mail.com, kami tunggu ya......

TAMAN PENITIPAN ANAK AL- HUSNA 2010

Telah dibuka Taman Penitipan Anak Al- Husna tahun pelajaran 2013- 2014 di tiga tempat yaitu di PG/ TK Islam Al- Husna Pusat, Jl. Lawang View Tama I/ 9 dan TK Islam Al- Husna Unit I Jl. Mayor Abdullah 250 Lawang dan di TK Islam Al-Husna Jl. Lawang View Tama I/ 2A Lawang.

Sabtu, 05 Desember 2009

PENDAFTARAN PG/ TK ISLAM AL - HUSNA

Pendaftaran akan dimulai tanggal 1 Pebruari 2010. Jika Bapak atau Ibu mendaftarkan sebelumnya maka termasuk titip nama dan harus di daftarkan ulang mulai tanggal 1 Pebruari 2010. Demikian harap maklum.

Jumat, 16 Oktober 2009

AGENDA BULAN OKTOBER 2009

Sebagaimana telah tertera didalam kalender pendidikan PG/ TK Al- Husna maka agenda- agenda pada bulan Oktober sebagai berikut :
1. Parent's Club dan Istihlal pada hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2009 untuk PG dan TK- A yang menghadiri Ibu Dr. Umi Dayati, M.Psi dengan tema " Orang Tua Cerdas anak menjadi Cerdas ". Wali murid yang hadir mencapai 95 %, dan dengan antusias mengikuti acara sampai berakhir. Untuk TK-B dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 4 Oktober 2009, yang diisi langsung oleh Kepala PG/ TK Islam Al- Husna tentang penyelesaian tugas perkembangan, metode ayo membaca dan sempoa yang dibantu oleh Bu Sri dan Bu Lika. Wali murid yang hadir mencapai 85% dan mereka mengikutinya dengan penuh perhatian karena berkaitan dengan kepentingan putra- putrinya menuju persiapan ke jenjang berikutnya.